Kata Kata Tentang Kopi dalam Kehidupan, Romantis Banget

Kata Kata Tentang Kopi dalam Kehidupan, Romantis Banget

Kata Kata Tentang Kopi - Kamu salah satu penikmat kopi? Atau bahkan kamu bagian dari barisan yang sangat tidak menyukai kopi?

Tidak dapat dipungkiri bahwa 2 kekuatan yang terkandung di dalam segelas kopi memang mampu membuat orang yang merasakannya mampu tergila-gila atau bahkan sangat tidak menyukainya.

kata kata tentang kopi

2 hal tersebut adalah aroma dan juga rasa kopi.

Rasanya yang pahit sering kali membuat lidah mereka yang asing dengan kopi seakan benar-benar ingin memuntahkannya.

Pun begitu dengan aromanya, kadangkala bagi sebagian orang ingin menjauhinya tetapi sebagian lagi justru merasakan ketenangan darinya.

Kopi sendiri saat ini berhasil mencapai masa gemilang kepopulerannya.

Pasalnya, saat ini sangat mudah bagi kita jika ingin bertemu dengannya terkhusus pada tempat-tempat tongkrongan khas anak muda.

Dapat dikatakan bahwa jenis minuman yang satu ini sangat digemari oleh para kawula muda.

Kata-Kata Tentang Kopi yang Sangat Romantis


Saat ini kita tidak akan membahas tentang kenikmatan kopi pada rasa dan aromanya tetapi lebih kepada perannya sebagai sang inspirator kata-kata puitis yang siap memanjakan perasaan pembaca.

Siapa yang menyangka bahwa dari rasa pahit kopi dapat timbul beragam kalimat puitis yang romantis dan akan sangat sesuai untuk melengkapi suasana bersantaimu ketika menikmatinya.

Berikut kata-kata romantis yang terinspirasi dari kopi yang dijamin sangat lengkap untuk menemani suasana bersantai ataupun diberikan kepada kekasih dan orang-orang tercinta yang menggemari kopi.

Pahit di Awal


“Percayakah dikau kasih, jika rindu seibarat kopi. Pahit di awal dan menenangkan bila dinikmati.”

(Nur Hafizqi)

Kalimat yang satu ini merujuk pada ungkapan kerinduan yang dirasakan penulis.

Dimana kalimat utama sebagai isi atau ungkapan sebenarnya, sedangkan kalimat selanjutnya diarahkan sebagai bentuk kiasan.

Bila kita narasikan dalam pemikiran, maka rindu dan kopi dapat dikatakan sebagai suatu hal yang saling mewakili.

Kopi dan rindu sama-sama memiliki rasa yang pahit tetapi bila kita sabar dan ikhlas menjalani penantian tersebut, rindu yang awalnya terasa pahitpun akan terasa menjadi menenangkan.

Kenapa tidak?

Saat berjauhan dari orang-orang terkasih ketika kita memandangnya dari segala sudut pandang yang positif, maka kita akan menyatakannya sebagai peluang pengembangan diri dan beruntungnya lagi hal tersebut mampu menjadi peluang dalam berkarya.

Walau demikian, sangat tidak disarankan untuk memperpanjang rindu ya…

Hangatkan Suasana


“Hari ini, hujan membasahi kotaku. Tepat disudutnya, aku menepi dan ditemani segelas kopi sebagai penghangat tanpamu.”

(Nur Hafizqi)

Masih sama dengan gambaran kata-kata tentang kopi yang romantis dalam kalimat sebelumnya.

Pada kalimat romantis ke-2 ini, penulis masih menggunakan rindu sebagai bagian isi dari kalimatnya.

Hanya saja dalam kalimat ke-2 ini, penulis menambahkan suasana hujan sebagai penambah rasa romantis yang ingin digambarkan melalui kalimatnya.

Dalam kalimat ini, kopi digambarkan sebagai pengganti kekasih yang sedang pergi.

Dengan perasaan rindu, penulis menikmati secangkir kopi di bawah suasana hujan untuk menenangkan dan menghangatkan diri di samping perasaan ingin bertemu dengan kekasihnya.

Saling Mengisi


“Kopi terbaik hanya tercipta dari biji kopi dan racikan yang tepat. Begitupun dengan cinta, berbuah manis saat dijalin oleh mereka yang saling mengisi dan menakar segala kasih dengan racikan yang tepat.”

(Nur Hafizqi)

Kali ini gambaran cinta yang diungkapkan penulis lebih luas daripada sebelumnya.

Pasalnya pada kalimat ini, penulis menggambarkan tentang hal yang lebih dalam tentang cinta.

Dimana penulis mengibaratkan jika hubungan percintaan diibaratkan seperti kopi, maka tidak dengan cara yang sembarangan agar mendapat hasil yang terbaik.

Segala hal tentang perasaan dan pemikiran dari kedua pihak yang saling mencintai haruslah di takar dengan sedemikian tepatnya sehingga tidak ada pihak-pihak yang hanya menerima atau hanya memberi dalam hubungan cinta tersebut.

Sebab pada dasarnya cinta selalu mampu mengubah para pecinta untuk saling menerima dan memberi.

Takaran yang tepat dimaksudkan agar cinta itu sendiri mencapai tingkat cinta yang sejati bukan justru membawa kepada hal yang buruk (sebagai contoh : membunuh pasangan karena rasa cemburu).

Hitam Bukanlah Duka


“Hitam bukan berarti duka, pahit bukan berarti pilu. Ibarat secangkir kopi, tidak ada yang tampak jelas dalam sikap mencintai yang disembunyikan.”

(Nur Hafizqi)

Kali ini penulis mengangkat tema tentang cinta yang disembunyikan.

Ibarat secangkir kopi, dari warna dan rasanya tidaklah selalu menerjemahkan makna yang sesungguhnya.

Ada saja orang-orang yang justru senang dengan warna hitamnya dan ada saja orang-orang yang begitu menyukai rasa kopi.

Selain itu, warna  hitam tidaklah selalu terasa pahit, bahkan dari beberapa tangan para penikmat kopi hitam dengan cita rasa yang manis dapat muncul.

Begitulah dengan cinta dari orang-orang yang tidak mau dengan mudah mengumbar cintanya.

Dia yang acuh dan cuek denganmu belum tentu di dalam hatinya tidak memiliki cinta yang besar.

Bahkan kadangkala mereka yang seolah-olah bersikap cuek, dalam mencintai adalah mereka yang benar-benar mengusahakan dan mengamati secara diam-diam untuk menjadi yang selalu ada.

Ramuan Pemikat


“Malam kembali mengundang dinginku, kau berjalan membawa secangkir kopi sebagai ramuan pemikatmu. Oh, kau lagi-lagi berhasil memikatku dalam racikan kopimu.”

(Nur Hafizqi)

Pada kata-kata romantis dalam kalimat ke-5 ini, penulis mengangkat tema sebuah pertemuan yang disuguhkan dengan segelas kopi.

Bagi mereka yang menyukai kopi tentu 2 hal ini menjadi dambaan.

Dimana selain dapat berbincang dengan sang pujaan dapat pula menikmati rasa kopi yang begitu nikmat.

Pasangan yang dapat meracik kopi dengan cita rasa yang nikmat adalah suatu hal yang mengagumkan hingga mampu menghadirkan cinta yang akan secara terus-menerus datang.

Bagi mereka para penggemar setia, kopi yang dihidangkan oleh sang kekasih adalah sebuah racikan candu yang akan selalu membuatnya terpikat.

Membicarakan Tentang Kita


“Dialog malam kembali mengundang sepi, gemuruh binatang malam pun mulai bersautan. Aku senang di atas meja, kopi kita beradu membicarakan segala hal tentang kita.”

(Nur Hafizqi)

Sama seperti yang sebelumnya.

Kata-kata romantis dalam kalimat di atas juga mengangkat tema pertemuan sepasang kekasih.

Suasana malam yang sepi terasa begitu menyenangkan ketika digunakan untuk berbincang dan membicarakan segala hal tentang kisah kasih hubungan sejoli.

Wah, begitu menginspirasi bukan?

Secangkir kopi mampu menghasilkan kalimat romantis yang sedemikian manisnya bagi para pecintanya.

Siapa yang menyangka bahwa warna hitam dan rasanya yang pahit mampu mengisyaratkan tentang cinta kasih dan ungkapan rindu yang mendalam.

Rasa pahit kopi, memang sangat tepat digunakan sebagai perwakilan rasa rindu yang terasa pahit juga.

Sering kali ketika rindu datang, kita justru lebih suka mengutuk jarak dibandingkan harus memangkas jarak tersebut agar menjadi lebih dekat.

Kopi terbaik tentunya dihasilkan oleh peracik terbaik.

Begitupun dalam kisah cinta, jadilah peracik cinta terbaik agar menuai kisah kasih yang manis dan menjadi orang yang dicintai dan mencintai dengan baik.

chat whatsapp