Filosofi Kopi Hitam Dalam Kehidupan yang Penuh Makna

Filosofi Kopi Hitam Dalam Kehidupan yang Penuh Makna

Filosofi Kopi Hitam Dalam Kehidupan - Siapa yang tidak mengenal kopi hitam?
Bahkan kaum awam sekalipun yang bukan penggemar kopi sudah pasti mengenalnya.

Jika dijelaskan secara sederhana kopi hitam sendiri merupakan minuman yang diambil dari biji buah kopi yang dibuat menjadi bubuk sehingga bertekstur lebih halus.

filosofi kopi dalam kehidupan

Kopi sendiri pada mulanya berasal dari bahasa arab yaitu “koffie” yang kemudian masuk di Indonesia menjadi kopi, dan ya nama itulah yang populer dan kita kenal hingga saat ini.

Kopi sangat identik sebagai minuman yang sangat digemari oleh kaum pria, tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada saja sebagian perempuan yang menyukai kopi.

Selain identik dengan kaum pria, kopi juga sangat sering dijadikan sebagai teman begadang.

Hal tersebut lantaran kopi dipercaya dan mampu menjaga daya tahan mata agar tetap terjaga dan tidak merasakan kantuk.

Pernyataan tersebut tentu akan sejalan dimana pada awal mulanya kopi dianggap sebagai minuman pemberi daya yang dipakai untuk memberi daya pada manusia agar dapat tetap terbangun atau terjaga.

Namun, kini sesuai dengan berjalanya waktu fungsi kopi sendiri lebih dijadikan sebagi minuman yang dapat dinikmati oleh semua kelompok masyarakat serta menjadi lambang atau ciri khas suatu daerah.

Kita sebut saja dengan Gayo yang terkenal dengan cita rasa kopi gayonya.

Di Indonesia, kopi tidak hanya dijadikan dan dikonsumsi sebagai minuman semata.

Pada banyak daerah yang ada di Indonesia, kopi justru dijadikan sebagai minuman wajib yang harus di hidangkan pada orang yang bertandang (bertamu atau berkunjung) ke rumah.

Kopi juga dihidangkan pada waktu pelaksanaan acara-acara tertentu yang diistimewakan oleh beberapa masyarakat di berbagai tempat.

Setelah menyimak penjabaran tersebut tentu kita sangat paham jika kopi tidak hanya sebagai minuman, lebih daripada itu bahwa setiap cangkirnya, kopi memiliki beberapa filosofi tersendiri yang akan sangat menarik untuk kita bahas.

1. Kehidupan yang Tidak Selalu Manis dan Penuh Warna


filosofi kopi akan kehidupan yang tidak selalu manis

Dalam filosofi kopi hitam itu sendiri terdapat sebuah makna kehidupan bahwa “kehidupan tidaklah selalu manis dan penuh warna”.

Hal ini tampak, dimana pada tiap-tiap tegukan kopinya yang melalui lidah dapat menyadarkan kita  bahwa hidup itu tidaklah selamanya indah, tidak selamanya manis, dan tidak juga senantiasa berwarna-warni.

Kadang kala kita juga harus dapat mencicipi rasa yang pahit serta berwarna hitam, karena demikianlah dengan langkah hidup agar memperoleh keseimbangan dalam alur kisahnya.

Seumpama Yin dan Yang, dalam kehidupan tentu ada 2 sisi yang tidak selalu sama.

Kadang kala menikmati secangkir kopi dapat membuat kita tersadar bahwa ada yang lebih pahit dari cobaan kehidupan yang sedang kita alami sehingga senantiasa kita selalu bersyukur.

2. Sikap Kejujuran Dalam Kesederhanaan


filosofi kopi akan sikap kejujuran dalam kesederhanaan

Kejujuran dan kesederhanaan adalah 2 hal berbeda yang diperlihatkan dalam secangkir kopi hitam.

Maksudnya adalah tidak ada yang perlu disembunyikan atau dikaburkan dari rasa pahit yang dimiliki kopi, serta warna hitamnya pun tidak perlu dikaburkan dengan perhiasan gula-gula serta susu.

Sebab nyatanya, sama dalam hal kehidupan bahwa terkadang kehidupan kita masih sering terkaburkan oleh rasa sombong, rasa ingin pamer, rasa iri, serta rasa kurang bersyukur.

Semua rasa tersebut sering kali membuat kita mulai lupa makna kesederhanaan serta kejujuran di dalam kehidupan kita.

Sehingga secangkir kopi hitam yang pahit senantiasa menyadarkan kita bahwa kejujuran itu terkadang memang pahit, warna hitam yang sederhana juga mampu memberi rasa candu.

Sama halnya dengan kehidupan bahwa walaupun dalam kepahitan dan kesederhanaan sekalipun, kejujuran tetap harus senantiasa kita tuangkan dalam kehidupan kita agar mencapai kehidupan yang nikmat.

3. Keanekaragaman Dalam Kehidupan


filosofi kopi akan keanekaragaman dalam kehidupan

Perjalanan biji kopi hingga akhirnya terseduh dan menjadi secangkir kopi hitam tidaklah melalui proses yang instan.

Dari biji kopi yang dihaluskan itu, lalu dibuat dalam bentuk bubuk, hingga kemudian menjadi minuman yang nikmat membutuhkan proses yang panjang serta sebuah kesabaran tersendiri dari peraciknya.

Bahkan jika beda tangan, tentu akan menghasilkan beda cita rasa pula pada sajiannya.

Kopi sendiri juga memiliki beragam jenis yang bisa menghasilkan cita rasa dan kenikmatan yang berbeda-beda.

Bahkan kopi juga bisa disajikan dengan sederhana layaknya kopi tubruk atau bisa menjadi minuman berkelas dengan tampilan yang wah sangat elegan seperti kopi yang tersaji di café-café ternama.

Dari keunikan itu kita bisa belajar tentang nilai kehidupan, dimana ibarat kopi, manusia pun memiliki keunikannya masing-masing yang tidak bisa disama-ratakan, bahkan kita harus mampu menghargai tiap perbedaan yang ada.

Dalam kehidupan, pola asuh yang berbeda tentu akan menghasilkan karakter-karakter manusia yang berbeda.

Begitupun dengan lingkungan tumbuh besar yang berbeda pastilah akan menghasilkan manusia-manusia yang berbeda.

Ibarat kata kopi yang diciptakan para pengolahnya begitu pula dengan manusia yang diciptakan Tuhan sang maha kuasa.

Unik dan berbeda-beda…

4. Pengembali Semangat


filosofi kopi pengembali semangat

Makna hidup dari secangkir kopi lainnya yang dapat kita ambil adalah penghargaan kita terhadap sebuah kerja keras dan proses yang panjang.

Seperti yang kita tahu bahwa untuk menghasilkan secangkir kopi yang nikmat, tentu ada perjalanan dan proses panjang yang harus dilalui biji kopi.

Perjalanan dan proses yang panjang tersebut tidak akan mengkhianati hasil yang didapat, dimana perjalanan dan proses panjang dari biji kopi tersebut mampu menghasilkan cita rasa secangkir kopi yang nikmat.

Begitu juga dengan kehidupan kita, jika kita terus saja bersantai-santai dalam menjalani kehidupan, apakah semua impian kita akan dapat terwujud begitu saja dengan mudah dan singkatnya?

Tentu tidak, dimana dalam menjalani kehidupan pun kita memerlukan kerja keras serta kerja cerdas untuk bisa menggapai impian tersebut.

Pun juga melalui proses mencapainya yang tidak dapat hanya dalam waktu singkat, perlu banyak kisah panjang yang harus dapat kita lalui.

Ketika semangat sedang turun  dalam upaya mencapai impian, seduhlah secangkir kopi.

Lalu belajarlah filosofi kopi darinya, nikmati aroma dan cecap rasanya dengan begitu, saat itu pula semangat yang tadinya hampir lenyap akan kembali terisi sempurna.

5. Sudut Pandang Kehidupan yang Berbeda


filosofi kopi akan sudut pandang kehidupan yang berbeda

Tanaman kopi dihasilkan dari berbagai tempat, yang sudah pasti membuatnya beda tempat maka akan berbeda pula jenis biji kopi yang dihasilkannya.

Biji kopi yang berbeda tentu juga akan menghasilkan cita rasa yang berbeda pula.

Pasti kamu akan berpikir jika tempat penghasilnya berbeda, cita rasanya berbeda, tentu setiap kopi juga memiliki kenikmatan yang berbeda.

Eiiits, tidak demikian nyatanya.

Sebab pada setiap sajian kopi tidak ada yang lebih nikmat, semua memiliki kenikmatannya masing-masing yang telah diuji dengan standar kelulusan cita rasa nikmat setiap lidah penggemarnya masing-masing.

Kenikmatan cita rasa kopi sendiri pada hakikatnya akan kembali pada selera penikmatnya, sebab setiap penikmat memiliki takaran yang berbeda terkait jenis kopi yang seperti apa yang paling mampu memikatnya.

Begitu pula dengan kehidupan, setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Konon bagi orang lain bisa jadi hidup kita terasa ringan, tetapi bagi kita terlihat sangat menyedihkan.

Begitu pula sebaliknya bagi kita, masalah orang lain terlihat begitu mudah, sedangkan bagi mereka yang sedang menjalaninya masalah tersebut terasa begitu sulit.

Oleh sebab itu, segala permasalahan tentang kehidupan semuanya pasti akan kembali pada sudut pandang dan cara menjalaninya masing-masing.

Penikmat kopi umumnya merupakan orang-orang yang bisa menghargai perbedaan-perbedaan.

Tidak heran jika kopi difungsikan menjadi alat pengikat rasa bagi mereka yang berkumpul di sebuah ruangan yang sama dan dengan beragam pemikiran serta gaya yang berbeda-beda.

Secangkir kopi yang dinikmati secara bersamaan bahkan bisa menjadi pembuka obrolan yang hangat bagi orang-orang yang baru saja saling bertemu atau telah lama terpisah sekian tahun.

Maka tidak heran jika ada ungkapan yang menyebutkan “bahwa bagi kopi setiap penikmatnya adalah sama”.

6. Kebahagiaan Sederhana


filosofi kopi untuk kebahagiaan sederhana

Membahas tentang filosofi kopi sebagai lambang kebahagiaan sederhana, membuatku ingin menceritakan tentang suatu hal.

Kerap kali aku pasti tertawa sewaktu ada rekan atau teman nongkrong yang ikutan memesan kopi hitam, menyeruputnya, serta segera memberi protesan, “Ihh pait banget kopinya! Kenapa kamu mau ini? ”.

Lah, kan padahal yang pesan untuknya dirinya sendiri, bukankah begitu?

Dari cerita kecil itu maka keluarlah semua filosofi-filosofi mengenai secangkir kopi yang cukup lucu juga.

Setiap kali berprotes pasti aku akan menyaksikan dahi mereka berkerut, mata menjadi menyipit, hingga bibir berkerut menahan rasa pahit yang mendarat tepat di lidahnya.

Saat menikmati pemandangan yang demikian lucunya, maka kamu harus segera sadar bahwa saat itu sedang menyaksikan bahwa secangkir kopi hitam.

Rasa pahit yang dimilikinya dapat membahagiakan hatiku, ya walaupun bahagia di atas penderitaan mereka yang terkaget dengan rasa pahit kopi itu.

7. Kopi dan Kisah Cinta


filosofi kopi dan kisah cinta

Bagi mereka penikmat kopi dan selaku manusia normal yang dapat merasakan cinta, tentu kopi akan menjadi suatu hal yang dapat mengekspresikan suasana hati ketika menikmatinya.

“Kita tidak akan mungkin pernah melupakan rasa pahit secangkir kopi, seperti halnya dalam cinta yang tidak akan pernah kita lupakan tentang bagaimana pahitnya rasa saat dilukai.”

Ketika membacanya tentu kita akan langsung menangkap tentang kisah cinta yang memiluhkan sambil menyaut,”oh iya, benar juga. Dilukai dan kopi sama-sama memiliki rasa yang pahit.”

“Rasa kopi akan pahit jika tidak ditambah gula, dan sebaliknya kopi akan manis jika diberi gula. Seumpama dengan kehidupan, jika belum merasakan manisnya kehidupan maka cobalah memberi pemanis pada kehidupan itu sendiri. Takaran gula yang diberi pada secangkir kopi juga harus pas, jika kekurangan maka rasa manisnya tidak akan maksimal, dan jika gulanya kebanyakan juga rasanya akan menjadi tidak enak (akan kemanisan). Cobalah untuk terus memberi pemanis dalam hidup dan kisah cintamu, sampai pada akhirnya kamu akan menemukan takaran yang pas tentang manisnya kehidupan dan kisah cinta yang sedang terjalin.”

“Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. karna dihadapan kopi, kita semua adalah sama, bahkan secangkir kopi menjadi tidak terbeli saat hangatnya menyuguhkan jalinan cinta yang abadi.”

Pernahkah kamu berpikir jika dalam menikmati kopi tentu tidak diberikan batasan, artinya semua orang berhak untuk menikmatinya.

Begitupun dengan cinta, semua orang sama dihadapan cinta.

Kita tidak dapat memilih pada siapa kita akan jatuh hati, siapa tahu ketika sedang asik minum kopi jodoh datang menghampiri.

Wah, jalinan kerjasama cinta dan kopi yang amat baik bukan?

Seperti kopi, cinta juga dihangatkan kebersamaan, ada pahit yang terasa dalam kecemburuan.

Mengaduknya dengan lembut dan penuh kasih sayang, ya begitulah kopi dan cinta dalam setiap racikan nya.

Tidak hanya tentang cinta yang terungkap secara jelas, bahkan cinta dalam diam diibaratkan seumpama secangkir kopi hangat yang diseduh saat menyambut ufuk ataupun melepas indahnya sang senja.

Di sana, kita dapat belajar dan menemukan betapa pahit dan pekatnya rasa seduh saat semua terasa sulit untuk kita raba sebuah kepergian.

Seperti halnya secangkir kopi hangat, maka meski dalam pahit dan pekat kita akan terus mencoba merasakan dan mempertahankan cinta di sana.

Pada akhirnya akan menemukan sepercik rasa manis dan juga aliran hangat yang akan menenangkan dan membuat tersenyum ketika dirimu mulai mencoba untuk menuliskan tentang dia yang tercinta dalam sajak kepedihan atas kehilangan dan rasa pahit yang mendalam.

Menghirup secangkir kopi hangat telah mengajari untuk membahasakan cinta pada tiap peluh dalam kebersamaan.

Dari secangkir kopi dapat terjalin sebuah persahabatan yang hangat, hingga terciptala benih-benih cinta yang menyeruak hingga ke dalam hati.

Dari secangkir kopi pula kita dapat belajar banyak hal tentang cinta salah satunya cinta akan hidup dimanapun serta pada siapapun, semisal cinta kepada alam, keluarga, pacar, dan pada mereka yang tidak kita duga.

Secara tidak sadar secangkir kopi dapat mempererat persaudaraan, terbukti bahwa biasanya bagi penikmat kopi dimanapun ia menikmati kopinya, yang terpenting adalah dirimu bisa menikmati gurih, manis, pahitnya kopi yang telah terseduh itu.

Selera setiap orang dalam menikmati kopi tidak akan selalu sama, ada yang menyukai kopi hitam, kopi susu, kopi ijo, coffee latte, kopi tubruk, capuccino, dan sebagainya.

Ada pula pencinta kopi yang menyukai kopi berdasarkan suhu dan rasanya apa itu kopi panas maupun dingin, kopi pahit atau manis.

Semua kenikmatan kopi bergantung pada selera masing-masing peminumnya.

Walau demikian, yang namanya kopi tentu saja pada intinya mempunyai aroma serta rasa yang khas, yang tidak dipengaruhi oleh cangkir atau gelas penempatannya.

chat whatsapp